Dahlan Iskan: Bila Listrik Cukup, Sumatera Potensial
Medan-www.indhie.com | Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Dahlan Iskan menyatakan Sumatera bisa lebih hebat dari Pulau Jawa dalam hal percepatan pembangunan ekonomi. Tapi itu hanya bila pasokan listrik cukup dan jalan tol serta pelabuhan jadi dibangun. Demikian dinyatakannya saat mengisi kuliah umum bertema “Membangun Etika Pejabat Bersih Dari Korupsi” yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jl. Kapten Mukhtar Basri No. 3 Medan, Sabtu (17/11). Kuliah umum tersebut turut dihadiri oleh Rektor UMSU, Drs. Agussani., MAP, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumatera Utara, Direktur Program Pascasarjana UMSU, Prof. Edi Warman, Ketua Badan Pembina Harian UMSU, Pimpinan Politeknik Medan, dan Pimpinan-pimpinan Fakultas se-UMSU.
“Sumatera memiliki potensi dalam percepatan pembangunan ekonomi apabila pasokan listrik cukup, pembangunan jalan tol jadi dan pelabuhan jadi. Ini karena Sumatera merupakan pulau besar, penduduknya juga besar, dan Sumatera bertetangga dengan negara-negara maju seperti Malaysia, Singapura dan Thailand,” ujar Dahlan.
Selain itu, Dahlan juga menyampaikan upaya yang dilakukan oleh BUMN dalam memajukan Indonesia. Seperti halnya PT. Inalum yang kontraknya akan berakhir dengan Jepang pada Maret 2013 mendatang, ia menegaskan bahwa PT. Inalum tersebut akan diambil alih oleh BUMN dengan menyiapkan dana sebanyak Rp 2 Triliun.
Meski demikian, Dahlan juga menyentil permasalahan yang dialami BUMN. Menurut dia, jika BUMN bersih, maka seperlima kasus korupsi di Indonesia dapat terselesaikan. Selain masalah BUMN, masalah yang timbul juga dari pihak kepolisian dan birokrasi pemerintahan. Apabila keduanya bersih, maka seperlima dari masing-masing kasus korupsi dapat terselesaikan. Pasalnya kerugian dalam hal kehilangan uang bukan menjadi masalah besar, namun karena rusaknya sistem manajemen maka menyebabkan masalah. “Kehilangan uang bukan menjadi masalah yang besar, namun rusaknya sistem manajemen yang menjadikan permasalahan semakin besar,” ungkap Dahlan.
Dahlan juga menegaskan, bahwa sekarang ia mempunyai “pisau” yang diartikan sebagai kekuasaan. Sehingga dengan pisau tersebut ia berupaya untuk mengurusi kebobrokan rumah tangga sendiri (BUMN) daripada mengurusi rumah tangga orang lain.
Dahlan juga menyampaikan hal-hal yang menyebabkan BUMN tidak maju. Permasalahan yang paling utama dihadapi BUMN adalah ketidakkompakan direksi di BUMN itu sendiri dan sering terjadi perebutan kekuasaan. Sedangkan faktor penyebabnya adalah karena intervensi yang datang dari dalam maupun dari luar BUMN. “BUMN tidak maju, penyebab utamanya adalah karena direksi yang tidak kompak. Sering terjadi perebutan jabatan disini, saling menyikut dan menjatuhkan,” tegas Dahlan. (*)


