Medan-www.indhie.com | Puluhan Mahasiswa tergabung dalam Front Rakyat dan Pemuda Indonesia (Framindo) berunjuk rasa ke Gedung DPRD-SU, Gedung Bank Sumut kemudian bertolak ke Kantor Bank Indonesia, Rabu (7/11). Mahasiswa menilai lima Direksi Bank Sumut Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) beberapa waktu yang lalu telah menyalahi aturan perbankan.

Koordinator Lapangan Taufisyah Ismail berteriak sambil menyebut sejumlah nama direksi dan komisaris yang telah ditetapkan oleh pemegang saham pengendali dibatalkan, karena melanggar aturan Bank Indonesia (BI). Kelima Direksi Bank Sumut itu adalah Rudi Dogar Harahap, M Syahrir Ritonga. Esther, Saparuddin dan Agung Santoso. Mahasiswa juga menyebut bahwa Plt Gubernur Sumut merupakan aktor intelektual terhadap pengangkatan kelima Direksi tersebut.

Di hadapan anggota DPRD Komisi C, mahasiswa meminta agar BI bersikap independen dalam melakukan fit and propers test sesuai dengan PBI No: 12/23/PBI/2010, kemudian meminta kepada Bank Sumut, DPR dan BI untuk mendiskualifikasi kelima nama-nama calon di atas dengan alasan cacat hukum.

Setelah menyampaikan orasi, mahasiswa melanjutkan dengan pertunjukan teaterikal dengan membawa 5 ekor ayam di dalam kandang. Di dalam kandang, mereka berkelahi dan diasupi jagung sebagai makanan mereka. Menurut Taufik, ayam merupakan perumpamaan dari kelima calon Direksi Bank Sumut yang diberi makan oleh rakyat namun sedang bertarung dalam kandang untuk memerebutkan jabatan. (*)