SBY Istimewakan Hillary daripada Menlu China
Jakarta-www.indhie.com | Istana agaknya lebih mengistewakan kedatangan Menlu Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, daripada Menlu China, Yang Jiechi, yang datang pada 10 Agustus kemarin. Hal itu terlihat saat Hillary berkunjung ke Kantor Presiden di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta pada Selasa (4/9) pagi tadi.
Rombongan Hillary yang berjumlah sembilan mobil masuk ke kantor presiden melalui pintu gerbang utama Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat. Setelah itu, rombongan memasuki komplek Istana Kepresidenan dan berhenti di depan kantor presiden. Di sana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menunggu.
Turun dari mobil, Hillary yang mengenakan setelan jas berwarna hitam itu langsung disambut oleh Presiden SBY. Setelah berjabat tangan, istri mantan Presiden Bill Clinton itu langsung masuk ke dalam kantor presiden.
Sementara Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi pada Jumat (10/8) justru diberlakukan berbeda saat berkunjung ke Kantor Presiden. Ketika itu, Yang Jiechi tidak masuk ke dalam kantor presiden melalui pintu gerbang utama Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara seperti halnya rombongan Hillary.
Rombongan Yang Jiechi justru masuk dari pintu gerbang di Jalan Veteran yang biasa digunakan oleh para menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II dan para menteri dari negara lain pada umumnya. Selain itu, Yang Jiechi juga harus melewati pemeriksaan metal detector oleh Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) di pintu menuju kantor presiden. Baru setelah itu dia masuk ke dalam kantor presiden tanpa disambut oleh Presiden SBY di teras kantor.
Kendaraan yang mengantar Yang Jiechi juga diparkir di tempat biasa para menteri KIB II parkir, sementara mobil rombongan Hillary di parkir di depan kantor presiden dan dijaga ketat oleh pengawalnya yang bertubuh tinggi, tegap dan mengenakan kaca mata hitam itu.
Usai melakukan pertemuan selama kurang lebih 40 menit, Hillary keluar dari kantor presiden didampingi oleh SBY dan sejumlah menteri KIB II seperti Menlu Marty Natalegawa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mendikbud M. Nuh, dan Mendag Gita Wirjawan. Namun, Hal itu tak dilakukan saat kunjungan Menlu China dan menlu-menlu negara lainnya. (*)


