KTT Gerakan Non Blon di Teheran, Iran

Teheran-www.indhie.com | KTT Gerakan Non-Blok (GNB) ke-16 resmi ditutup di ibu kota Iran Teheran pada Jumat (31/8) . Pertemuan itu menghasilkan dokumen-dokumen penting bagi perubahan dunia yang dirasakan makin tak adil bagi banyak negara.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, Ketua GNB, membacakan bagian akhir dari dokumen pada upacara penutupan acara tersebut, dan mengatakan bahwa para peserta dengan suara bulat menyatakan komitmen mereka pada prinsip-prinsip dan tujuan GNB.

Para peserta menyerukan perubahan mendasar dalam pemerintahan global dan manajemen kolektif dunia sebagai prasyarat membangun perdamaian. Mereka semua menyatakan seruan untuk menghindari konflik di dunia, kata Ahmadinejad.

“Kami sepakat untuk menjamin hak asasi manusia dan martabat manusia untuk mengembangkan cinta, kasih sayang dan kejujuran. Kami bisa mengatasi tantangan global berdasarkan persahabatan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa, dengan menyetujui dokumen akhir KTT, negara-negara anggota mengirimkan pesan-pesan politik penting untuk membangun perdamaian dan keadilan di dunia. Dalam dokumen akhir, solidaritas dengan Palestina juga ditekankan.

Pertemuan GNB di Teheran diadakan dalam tiga tahap: persiapan pertemuan pejabat senior pada 26-27 Agustus, pertemuan tingkat menteri pada 28-29 Agustus, dan pertemuan puncak pada 30-31 Agustus.

Perwakilan dari sekitar 120 negara berkumpul di ibu kota Iran untuk membahas tantangan global baru. Venezuela terpilih menjadi tuan rumah KTT GNB ke-17 pada tahun 2015, sementara dua negara, yakni Republik Azerbaijan dan Fiji, diterima sebagai anggota baru dari organisasi besar itu.

Didirikan di bekas Yugoslavia pada tahun 1961, GNB mencakup hampir dua-pertiga dari anggota PBB dan sekitar 55% dari populasi dunia. (*)