Berburu Babi Hutan di Kabupaten Agam, Sumatra Barat
(foto: roni jambak-www.indhie.com)

Agam-www.indhie.com | Berburu babi hutan merupakan salah satu kegiatan yang sangat populer di Propinsi Sumatera Barat (Sumbar). Jika dilihat dari letak geografisnya, kawasan Sumbar di kelilingi areal perbukitan yang ditutupi oleh hutan lebat. Hewan-hewan liar sepeti harimau sumatra, gajah, landak, berang-berang, babi hutan dan hewan-hewan liar sejenisnya, masih bebas berkeliaran. Di antara hewan tersebut, babi hutan merupakan hewan yang paling meresahkan petani.

Jika seekor babi hutan turun ke sawah, maka dapat dipastikan padi yang telah menguning bisa gagal panen. Selain memakan cacing tanah dan tumbuhan sejenis umbi, babi hutan sangat gemar memakan tanaman padi. Tak hanya memakan padi, babi hutan juga kerap merusak pematang sawah. Dengan perbuatan babi hutan yang merugikan petani, perburuan terhadap babi hutan pun dilaksanakan secara periodek oleh warga setempat. Misalnya masyarakat mendapatkan info kalau di suatu bukit telah sedang banyak babi hutan, maka warga pun akan mengadakan rapat kampung. Dalam rapat itu kemudian ditentukan jadwal perburuan babi hutan.

Kepada www.indhie.com, Pakiah Surun, mengungkapkan, perburuan babi hutan bukan untuk kesenangan. “Ini juga untuk menyelamatkan hasil panen masyarakat,” katanya kepada www.indhie.com di kampung Jorong Padang Kunyik, Kecamatan Kamang Mudik, Kabupaten Agam, Sumbar.

Namun, setelah beberapa kali perburuan, di Kabupaten Agam Kecamatan Kamang Mudik, para warga dan tokoh pemuda setempat mendirikan sebuah organisasi khusus berburu babi hutan bernama PORBHI ( Persatuan Olahraga Berburu Babi Hutan Indonesia). PRBHI ini berbasis olahraga dan merupakan solusi pencegahan kerusakan tanaman padi.

Pada 16 September depan, PORBHI akan melaksanakan hajatan kegiatan perburuan babi hutan di sekitar arena perbukitan Bukit Gantiang Kecamatan Kamang Mudik, Jorong Padang Kunyik Kabupaten Agam.

Pakiah Surun, yang diangkat menjadi Ketua Panitia perburuan babi hutan mengatakan, para peserta olahraga berburu babi hutan berasal tak hanya berasal dari Propinsi Sumatera Barat, namun juga Propinsi Jambi, Riau dan Bandung pun tampil. Panitia juga mengumumkan bagi para undangan peserta pemburu babi hutan yang berasal luar kota, panitia telah menyediakan fasilitas penginapan gratis. “Kalau mau berburu babi hutan, silahkan datang ke kampung kami,” kata Pakiah Surun.

Bila Anda dari Bukit Tinggi, lokasi perburuan tidak sulit untuk didatangi. Arealnya hanya sekitar 11 kilometer dari pusat kota Bukit Tinggi. Berminat? (*)