Pegawai Negeri Sipil (ilustrasi)

Jakarta.indhie.com | Sudah lama penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diwarnai aksi sogok-menyogok. Namun pemerintah menegaskan, penerimaan CPNS saat ini bersih dari segala bentuk kecurangan. Tak boleh ada lagi ‘titip-menitip’ maupun sogok-menyogok.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Azwar Abubakar menyatakan, ujian CPNS sudah dilakukan dengan sangat ketat. Bahkan hasilnya dapat diketahui secara terbuka. Pengawasan ini dibantu juga oleh pihak berwenang, termasuk kepolisian.

Azwar menegaskan, apabila masyarakat mengetahui ada tim penerima CPNS yang berlaku curang seperti menerima sogokan, bisa dilaporkan ke kementeriannya atau ke Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Lapor ke saya atau ke umum seperti ICW boleh, nanti kita proses,” cetusnya saat ditemui di Gedung Dhanapala, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (11/9).

“Tes tertulis sangat terbuka, saat tes penerimaan kemarin tidak bisa masuk orang, disegel semua soalnya. Jadi mulai bikin soal, kirim soal, diawasi datanya oleh polisi. Polisinya ada yang pakai pakaian dinas dan tertutup, waktu pelaksanaan ujian kementeriannya buat tim yang bagus, ada pengawas dari LSM,” ujar Azwar.

Ketatnya ujian PNS ini, lanjut Azwar, juga dilakukan saat penilaian hasil jawaban peserta tes dan wawancara. Pengawasan dilakukan secara berlapis sehingga sulit jika ingin menyogok.

“Saat sudah selesai dikumpulkan dilihat, difoto langsung oleh scanner itu dilaksanakan di BPPT. Unsurnya ada orang BPPT dan konsorsium. Nah nanti kita ambil salinannya, yang diumumkan yang sesuai nilainya. Kalau ada desk lanjutan ya itu buat tim lagi. Kan itu berlapis-lapis, mau nyogok ke mana?” tegasnya.

Tim tersebut terdiri dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), MenPAN, Kementerian bersangkutan, dan 10 perguruan tinggi negeri. Lewat pengawasan berlapis ini, maka selain tindak penyogokan terhindar juga penitipan anggota keluarga.

“Ini siapa, orang-orangnya baru semua yang masuk. Tidak ada titipan,” ujarnya.