Laka Lantas (Ilustrasi)

Medan-www.indhie.com | Kota Medan menempati peringkat pertama dalam kasus kecelakaan lalulintas (lakalantas) jalan raya selama musim lebaran tahun 2012. Tercatat dalam Operasi Ketupat Toba 2012, ditemukan sebanyak 19 orang meninggal dunia dalam kecelakaan dari total kasus meninggal dunia 81 orang.

“Jumlah kecelakaan di jajaran Polresta Medan sebanyak 29 kasus dan meninggal dunia 19 orang, luka berat 29 dan luka ringan 28 orang,” kata Kepala Sub Bidang Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan Senin (27/8) di ruang kerjanya.

Dikatakan Nainggolan, jumlah kecelakaan lalulintas tahun 2012  sebanyak 275 kasus, meninggal dunia 81 orang, luka berat 199 orang, luka ringan  374 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan. Pada tahun 2011, jumlah kecelakaan lalulintas sebanyak 314 kasus, meninggal dunia 88 orang, luka berat 155 orang dan luka ringan 226 orang.

“Jika dipersentasekan pada tahun 2011, angka kecelakaan lalulintas jajaran Polda Sumut mengalami penurunan 12,42%, meninggal dunia 7,92%, luka berat naik 28,34%, luka ringan naik 65,49%. Dirata-ratakan menurut persentase terjadi kenaikan sebesar 10,64 %,” kata Nainggolan.

Kemudian kata Nainggolan, lima besar jumlah lakalantas di tempati Polres Labuhan Batu dengan jumlah kasus sebanyak 27 kasus, meninggal dunia 8 orang, luka berat 26 orang, luka ringan 54 orang. Disusul Polres Simalungun dengan jumlah kasus 26 kasus, meninggal dunia 4 orang, luka berat 9 orang dan luka ringan 39 orang.

Disebutkan, Polres Asahan tercatat jumlah kecelakaan 24 kasus, meninggal dunia 3 orang, luka berat 11 orang, luka ringan 29 orang.
Polres Langkat jumlah kecelakaan 21 kasus, meninggal dunia 8 orang, luka berat 16 orang dan luka ringan 26 orang. Polres
Tebing Tinggi jumlah kecelakaan 21 kasus, meninggal dunia 5 orang, luka berat 22 orang dan luka ringan 29 orang.

“Untuk jajaran Polres Sergei, jumlah kecelakaan 21 kasus, meninggal dunia 6 orang, luka berat 13 orang dan luka ringan 22 orang. Faktor penyebabnya rata-rata karena faktor manusia sebanyak 17 kasus, faktor kelayakan kendaraan 7 kasus dan faktor karena alam 4 kasus,” jelasnya. (*)