Salah satu sudut kompleks Cemara Asri (panoramio.com)

Medan-www.indhie.com | Ratusan warga etnis tionghoa yang berdomisili di Komplek Cemara Asri, Jalan Cemara, Kecamatan Percut Sei Tuan, melakukan demonstrasi, Minggu (22/7) petang. Mereka menolak adanya sistem ‘Parking Management’ yang dilakukan pihak pengembang komplek

Dalam orasinya, massa menyebut, setiap orang yang tinggal di komplek tersebut, harus membayar Parling (Parkir Lingkungan). Satu mobil dikenakan Rp 75 ribu/bulan dan sepeda motor Rp 50 ribu/bulan. “Kami tidak terima dengan apa yang diterapkan pihak pengembang,” ujar Felix, salah seorang warga yang ikut berdemo.

Felix mengatakan, sistem ini nanti akan diberlakukan pada 1 Agustus mendatang. Dikatakannya sistem Parling ini, sepenuhnya dilakukan oleh perusahaan ISS parking Management. “Tidak ada lagi undang-undang yang menyatakan itu. Mobil punya kami, masak parkir di dalam rumah kami sendiri juga dikenakan biaya,” ujarnya.

Disebutkannya, dalam beberapa hari terakhir ini, seluruh warga yang tinggal di komplek Cemara Asri diberikan surat pengantar, yang berisi agar segera mendaftarkan jumlah sepeda motornya kepada ISS Parking Management. “Kami disurati oleh satpam Cemara Asri. Katanya kami hanya miliki rumah, namun tidak memiliki hak tanah,” bebernya.

Sambil berorasi, warga juga sempat melakukan longmarch. Warga beramai-ramai mendatangi pintu masuk komplek Cemara Asri.  Warga menyegel dua tempat pembayaran tiket Parling yang masih dalam proses pengerjaan. “Hancurkan saja. Ini sebuah pemerasan di era modern seperti ini,” teriak massa lagi.

Suasana ini sempat menimbulkan kemacetan. Warga yang hendak masuk ke dalam komplek Cemara Asri terpaksa mengantri, karena jalan di blokir warga yang berdemo. Satpam komplek Cemara Asri disiagakan untuk mengawal jalannya aksi, tak bisa berbuat banyak.

Tak ada satupun pihak ISS Parking Management yang menemui warga. Usai berorasi, warga kemudian membuat angket, yang ditandatangani seluruh warga. Dalam angket itu, disebutkan bahwa warga komplek Cemara Asri tidak setuju dengan diterapkannya sistem Parkir Lingkungan. (*)