Oleh Haris Fadillah
Penulis adalah Alumni Fakultas Ekonomi UMSU

Haris Fadillah

Berbicara tentang pasar, secara garis besar dapat kita asumsikan bahwa pasar adalah tempat dimana bertemunya antara produsen dan konsumen. Di pasar, produsen akan melakukan hal apapun untuk menggaet konsumen, calon konsumen maupun menjaga pelanggannya. Hal tersebut dilakukan dikarenakan sebuah produk barang maupun jasa tidak hanya diproduksi oleh satu produsen saja.

Sebuah pasar yang bersifat tidak monopoli akan memacu setiap produsen bersaing secara ketat dalam menghasilkan produk yang terbaik. Selain produk dengan kualitas yang bersaing, strategi pemasaran dan penjualan produk juga akan semakin ketat dalam memenangkan persaingan yang terjadi.

Penilaian awal dimulai dari kualitas produk. Dengan kondisi perkembangan pengetahuan dan teknologi, produk-produk yang dihasilkan sudah dapat dikatakan mumpuni bagi seluruh produsen. Namun, produk dengan kualitas terbaik belum tentu akan bisa terjual dengan baik di pasar. Strategi pemasaran produk dituntut untuk memberikan sebuah hasil terbaik yang diharapkan para produsen.

Pada prakteknya, strategi-strategi pemasaran produk dengan berbagai macam cara. Dimulai dari lobi-lobi yang sehat hingga pada strategi yang dilakukan dengan tidak sehat, salah satunya seperti pembunuhan karakter produk pesaing.

Peluang Pasar

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di asia tenggara, yang memiliki jumlah penduduk cukup besar dengan intensitas kegiatan perekonomian tinggi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pasar yang cukup potensial bagi dunia usaha. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga kegiatan pemenuhan kebutuhan lainnya akan menjadi sebuah peluang bagi para produsen penyedia layanan barang dan jasa.

Bentuk geografis Indonesia yang berbentuk kepulauan, dan juga tersebarnya sumber daya alam di seluruh nusantara Indonesia menjadikan peluang bisnis bagi usaha jasa transportasi baik darat, laut maupun udara.

Kecepatan dan juga ketepatan waktu merupakan elemen-elemen yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

Transportasi jalur udara dapat menjadi sebuah solusi guna mencapai elemen-lelem yang dibutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

Pada peluang ini, para produsen yang menyediakan layanan jasa transportasi udara dituntut untuk memberikan sebuah pelayanan yang terbaik untuk memikat konsumen berdasarkan kebutuhannya, mulai dari armada yang dapat menjamin keselamatan hingga kenyamanan selama proses penggunaan produk.

Hingga saat ini, maskapai yang tersedia dalam melayani kebutuhan konsumen di Indonesia dalam jasa transportasi udara baik domestik maupun internasional antara lain adalah  Garuda Airline, Merpati Nusantara Airlines, Air Asia, Sriwijaya Air, Kartika Airlines, Lion Air, dan masih banyak maskapai lainnya.

Pertarungan Dunia Produsen

Amerika serikat maupun negara-negara eropa bagian barat merupakan negara-negara yang menjadi produsen yang menghasilkan produk armada transportasi udara yang digolongkan menjadi market leader. Hal ini dibuktikan dengan digunakannya oleh para maskapai penyedia layanan jasa transportasi udara di Indonesia. Tercatat bahwa sekitar 400-an jumlah armada yang dimiliki maskapai-maskapai di Indonesia menggunakan produk yang dihasilkan oleh “Boeing” pada urutan pertama dan disusul oleh “Airbus” dan masihhhh ada produsen armada lainnya yang berasal dari negara eropa bagian barat.

Sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh regulator negara Indonesia tentang kewajiban minimal kepemilikan armada oleh sebuah maskapai penerbangan, akan semakin membuat peluang dan persaingan bagi para produsen penghasil armada transportasi udara.

Rusia merupakan sebuah negara yang terletak di benua eropa bagian timur, yang pernah menyandang nama negara adi daya saat bernama “Uni Soviet”. Usai lahirnya era demokrasi yang dikampanyekan negara Amerika serikat bersama sekutunya, Uni Soviet terpecah-pecah menjadi beberapa negara dan akhirnya menjadi sebuah negara yang bernama Rusia.

Rusia saat masih bernama Uni Soviet merupakan sebuah kekuatan yang diperhitungkan, dari pengalaman pada saat menghadapi hegemoni Hitler bersama Nazi yang hampir menguasai seluruh dataran biru eropa. Uni Soviet merupakan negara yang bertahan untuk tidak dikuasai oleh Hitler pada saat itu.

Di dunia produsen armada transportasi udara, Rusia bukanlah negara produsen yang dikategorikan pendatang baru, namun dikarenakan segmentasi negara tersebut masih pada segmen militeristik menyebabkan negara ini hanya memproduksi produk-produk yang berorientasi pada dunia militer dan bukan komersial.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemesan beberapa pesawat temput pabrikan sukhoi asal Rusia oleh negara Indonesia. Indonesia lebih memilih untuk membeli puluhan pesawat terbang sukhoi ketimbang menerima hibah pesawat tempur dari negara Amerika serikat untuk memenuhi kebutuhan skuadron TNI Angkatan Udara. Hal tersebut membuktikan kepada dunia bahwa produk teknologi militer yang dimiliki oleh negara Rusia masih diperhitungkan.

Tak hanya itu saja, alasan negara Indonesia memesan pesawat tempur produksi perusahaan sukhoi adalah tentang keunggulan pesawat tempur tersebut dalam memenuhi kebutuhan negara Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negaranya yang terdiri dari pulau-pulau yang harus dijangkau dengan waktu yang singkat.

Perkembangan zaman dan kebutuhan, menuntut negara Rusia untuk memenuhi kebutuhan negaranya dengan mengikuti permintaan pasar tak hanya dari segmen militeristik, namun juga dari segi komersial.

Dengan berbekal teknologi yang telah dimiliki sejak lalu, Rusia mengembangkan sayap untuk terjun di segmen komersial. Adapun saat ini perusahaan sukhoi asal negara Rusia menproduksi tipe komersil antara lain sukhoi super 100 yang akan dipasarkan ke beberapa negara yang ada di belahan dunia termasuk Indonesia sebagai negara pemesan pesawat terbang jenis militer produksi perusahaan sukhoi.

Sedikit mengintip dapur sang “market leader” yang tak lain bernama “Boeing” perusahaan asal Amerika Serikat berasal dari data yang diberitakan di tempo bisnis, menyatakan bahwa perusahaan produsen pesawat terbang ini memperoleh keuntungan sebesar USD 4,000,000,000 di kuartal akhir tahun 2011. Pada akhir 2011 total pendapatan yang dicetak adalah sebesar USD 10,700,000,000. Sungguh hal yang luar biasa atas pencapaian peningkatan permintaan terhadap pesawat terbang produksi boeing.

Jika dari data tersebut diilustrasikan menjadi pendapatan perusahaan sukhoi, maka menjadi sebuah hal yang positif bagi negara yang sedang berbenah dan akan menjadi sebuah motivasi besar untuk dapat meraih pendapatan tersebut.

Penobatan diri menjadi “market challenger” oleh perusahaan sukhoi akan menambah hangatnya persaingan antara Rusia dengan Amerika Serikat beserta sekutu yang telah lama terjadi di bidang lainnya. Tentu hal ini akan juga memberikan sebuah motivasi baru bagi Amerika Serikat maupun negara eropa bagian barat lainnya untuk menyiapkan produk berkualitas dan strategi-strategi dalam menaklukkan pesaing baru ini.

Asumsi Persaingan Tidak Sehat

Hingga saat artikel ini dibuat, tercatat beberapa maskapai penerbangan asal negara Indonesia melakukan pemesanan terhadap produk sukhoi berjenis super jet.

Perusahaan sukhoi berdasarkan tingginya minat pembelian terhadap produknya, melakukan sebuah promo yang dinamai “Joy Flight” yang melibatkan para stakeholder yang berminat terhadap pesawat terbang tersebut.

Dengan mengutus seorang pilot berpengalaman dari angkatan udara Rusia, sukhoi super jet menampilkan performa teknologi terbaik yang dimiliki sukhoi super jet 100 dengan tujuan memikat hati para stakeholder dan penilaian dunia terhadap produk ini.

Namun ternyata, promo penerbangan yang dilakukan oleh pihak sukhoi tidak berjalan mulus. Penerbangan tersebut harus berakhir tragis, akibat menabrak tebing di pegunungan salak jawa barat.

Tentu saja, hal tersebut sangat menjadi sebuah pukulan yang berat baik bagi bangsa Indonesia dan juga negara Rusia. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah Rusia pada saat itu langsung memberikan respon cepat, dengan mengirimkan bantuan terhadap proses evakuasi dan penelitian penyebab terjadinya kecelakaan tragis tersebut.

Hingga saat ini penyelidikan tentang terjadinya kecelakaan masih dalam proses penyelidikan.

Adanya beberapa nama yang tergolong memiliki jabatan penting dalam sebuah institusi menyebabkan rumor yang berkembang tentang kecelakaan tersebut dengan berbagai asumsi-asumsi. Dari sumber sebuah media mengatakan, pihak intelejen Rusia menyatakan bahwa ada campur tangan intelejen Amerika serikat dalam proses penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Namun hal itu tidak dapat diterima begitu saja, karena hal tersebut bisa saja dilakukan guna membersihkan nama negara Rusia dari kesalahan teknologi yang diproduksi oleh mereka.

Persaingan antara Rusia dan Amerika serikat beserta sekutunya yang notabene berasal dari dataran eropa bagian barat merupakan hal yang telah lama terjadi, bahkan beberapa faktor yang menyebabkan terpecahnya Uni Soviet merupakan campur tangan Amerika Serikat beserta sekutunya. Bahkan hingga di dunia perfilman digambarkan secara jelas persaingan antara agen-agen negara Rusia dan Amerika Serikat selama berpuluhan tahun.

Namun hingga saat ini, semua hal tidak tertutup kemungkinan untuk dijadikan dugaan sementara terhadap penyebab jatuhnya pesawat terbang sukhoi super jet 100. Kita semua akan menunggu proses tersebut selesai, walaupun dinilai waktu yang dipaparkan tentang penyelidikan data black box memakan waktu hingga 1 (satu) tahun. Semua pihak akan menunggu hasil tersebut, termasuk negara-negara yang memproduksi pesawat terbang maupun negara-negara yang akan menggunakan pesawat terbang tersebut.

Indonesia Sebagai Negara Pasar

Indonesia merupakan lahan pasar yang cukup potensial bagi sukhoi untuk memulai persaingan tersebut. Dari keseluruhan armada yang dimiliki oleh maskapai-maskapai Indonesia yang saat ini telah berjumlah sekitar 400-an dan akan bertambah jumlahnya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh otoritas pemerintah Indonesia yang mewajibkan para maskapai memiliki minimal 5 unit armada akan membuka kesempatan bagi pihak suhoi untuk melakukan penjualan kepada maskapai-maskapai Indonesia.

Jika kita renungan sejenak, dan menarik kesimpulan dari hasil pendapatan yang dihasilkan perusahaan yang digolongkan sebagai “market Leader” di paragraf sebelumnya, bahwa pesawat terbang yang dihasilkan dari industri tersebut akan menghasilkan keuntungan baik materil maupun moril bagi negara dimana perusahaan tersebut berdiri.

Negara Indonesia sendiri sebagai pasar potensial juga memiliki sebuah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang bersegmen di dunia penerbangan yaitu PT. Dirgantara Indonesia. Jikalau indonesia sendiri mampu untuk mengembangkan teknologinya, dan melayani pengadaan armada bagi perusahaan penyedia layanan jasa transportasi udara, maka bukan hal yang mustahil untuk menambah pendapatan negara dan juga menjadi sebuah solusi bagi pengurangan tingkat pengangguran di Indonesia serta mengatasi krisis global yang menjadi ketakutan bagi perekonomian sebuah negara pada saat ini.

Kita nantikan apakah negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan manusia ini akan mampu bangkit berdikari dalam hal ini atau akan selamanya menjadi negara konsumtif (NEGARA PASAR).