Jakarta-www.indhie.com | PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian Rp 100 miliar karena 100 ribu barel minyaknya dari arah Tempino ke Plaju dicuri. Modusnya melubangi pipa minyak.

Demikian disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Kantor Pertamina Pusat pada hari Jumat (13/7).

“Awal tahun sampai 30 juni, kerugian 100.000 barrel. Dikalikan harga minyak US$ 100/barel, jadi US$ 10 juta atau Rp 100 miliar,” ujar Ali.

Menurutnya, dari aktivitas pencurian tersebut, bukan hanya Pertamina yang dirugikan melainkan negara juga. Ali menjelaskan, negara juga kehilangan pendapatan akibat aktivitas melubangi minyak ini yang sudah berlangsung sejak 2009.

“Ini tidak hanya merugikan Pertamina, itu ada jatah negara yang hilang,” katanya.

Di tempat yang sama, Security Manager Pertamina Gas Heri Kuswanto menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk meminimalisir aksi pencurian minyak tersebut.

Selain itu Heri mengaku dari para pelaku yang tertangkap, pihak Pertamina hanya sebatas menyerahkan kepada Kepolisian. Bahkan menurutnya, ada pelaku yang tertangkap adalah oknum aparat keamanan.

“Justru yang tertangkap tangan aparat mencuri. Itu kita serahkan ke instansi terkait,” imbuhnya

Heri juga menjelaskan dari para pelaku yang tertangkap menurutnya hanya sebatas sampai pelaku di lapangan saja yang ditahan.

Heri menjelaskan, jika sampai saat ini belum ada tokoh kunci yang tertangkap bahkan ada indikasi keterlibatan oknum aparat keamanan sehingga kasusnya sulit terungkap. (*)