Kombes Drs. M. Arkan Hamzah, DirDitlantas Poldasu

Medan-www.indhie.com | Ancaman Dirditlantas Poldasu kepada wartawan terus bergulir. Pengamat hukum Sumut, Julheri Sinaga SH mengatakan, sikap yang ditunjukkan seorang Direktur Lalulintas Polda Sumut, Kombes Pol Arkan Hamzah, adalah sikap penegak hukum yang tidak beradab karena memberikan ancaman-ancaman apalagi kepada wartawan yang notabene dilindungi undang-undang.

“Kita meminta kepada Kapoldasu untuk mengawasi Direktur Lalulintas itu. Karena tidak mencerminkan seorang pengayon pelindung dan pelayan masyarakat. Kalau memang tidak bisa terima kritikan, tidak cocok menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.

Dikatakan, Kapoldasu diharapkan bersikap tegas kepada anggotanya yang tidak mendukung peringatan ke 66 hari Bhayangkara tahun 2012 dengan thema pelayanan prima, anti KKN, anti kekerasan, memantapkan kamdagri dan supremasi hukum guna mendukung pembangunan nasional.

“Ini harus dilakukan dengan sikap tegas agar menjadi contoh kepada pimpinan-pimpinan kerja lainnya di jajaran Poldasu. Karena secara tidak langsung, Direktur Lalulintas telah mencoreng wajah kepemimpinan Kapoldasu di Sumut,” tegasnya.

Seperti diketahui, plat kendaraan seri KR dikhususkan bagi personel kepolisian. Namun, plat ini banyak digunakan masyarakat biasa (umum). Saat wartawan MedanBisnis mengkonfirmasi kepada Kombes Arkan Hamzah tentang perkembangan upaya penertiban yang dilakukan jajarannya, perwira menengah itu justru mengeluarkan ancaman.

“Dari dulu pertanyaan kau itu, jadi kau boleh aja tulis-tulis, tapi kau tidak bisa pertanggungjawabkan aku cari kau,” ancam Arkan kepada MedanBisnis melalui sambungan telepon, Jumat (27/7).

Kombes Arkan menjelaskan, mobil mewah jenis Alphard warna putih BK 1899 KR dan Alphard warna hitam BK 1190 KR, CRV BK 54 KR serta Mercy BK 99 KR yang digunakan masyarakat umum sudah ditarik.

“Sekarang barangnya sudah aku tarik. Sekarang ada lagi tidak barangnya berkeliaran? Kalau tidak ada berarti sudah aku tarik. Itu sudah saya tindak. Tak perlu saya lapori Pak Zahendra (bahwa mobil) itu sudah saya tarik,” hardiknya kepada wartawan MedanBisnis tersebut.

“Ya sudah kau tulis apa yang mau kau tulis di situ. Dari awal aku masuk ke sini (Ditlantas Poldasu) banyak kali cingkunek kau. Sekarang gini aja, terserah kau entah mau nulis apa kau di situ, tapi hati-hati kau tulis kalau tidak ada lagi. Ada hak saya untuk nuntut kamu gitu lho,” ancamnya lagi.

Arkan juga terus menghardik dengan nada mengancam. “Suka-suka lah nulis Dirlantas, kau harus bisa pertanggungjawabkan tulisan kau, jangan sampai kau tidak bisa pertanggungjawabkan, kau akan berhadapan dengan saya sebagai laki-laki. Bukan masalah dinas lho, tapi urusan laki-laki dengan laki-laki,” katanya. (*)