ilustrasi bentrok

Medan-www.indhie.com | Bentrok organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Medan berbuntut panjang. Setelah bentrokan pecah dua hari lalu hingga menyebabkan tiga korban luka, Selasa (17/6) dinihari tadi pos OKP Ikatan Pemuda Karya (IPK) PAC Labuhan Deli dirusak dan dilempar bom molotov.

Dua penjaga Posko IPK, merupakan bapak anak, nyaris tewas terbakar di dalam pos saat penyerangan tersebut. Mereka berhasil selamat karena teriakan warga yang terbangun akibat keributan terjadi. Peristiwa ini membuat warga di Jalan Kampung Banten, lokasi kejadian, menjadi ketakutan.

Jaya Krisna alias Dempet (50) dalam keadaan masih shock memberikan keterangan kepada wartawan mengatakan, saat kejadian dia masih tertidur. Dia dibangunkan putranya Fauzan Muhmammad Azis alias Rohid (12), ada belasan orang mengamuk menghancurkan kaca dan berteriak menyuruh mereka keluar.

Dikatakan, dari keterangan anaknya yang melihat jelas kejadian, belasan pria memakai baju seragam organisasinya tersebut datang dengan satu mobil Xenia dan tiga kendaraan roda dua Yamaha RX King.

Begitu datang, kelompok ini langsung melempari posko dengan batu bata yang telah disediakan sebelumnya. Kelompok ini kemudian dengan tangan balok dan belasan senjata tajam merusak kaca nako dan menggedor-gedor pintu.

“Mereka teriak-teriak mengancam akan membakar dan menghanguskan posko ini. Aku ketakutan mau keluar, tapi karena takut gerendel pintu tak terbuka. Untunglah aku tak keluar, kalau tidak pasti dibantai mereka,” tukasnya lagi.

Budi (29) saksi mata lainnya mengatakan, para pelaku menyerang dengan membabi buta. Mereka menghancur kaca jendela dan membakar isi kantor dengan bom melotov. Pelaku juga mengancam membunuh ke dua penjaga posko bila tidak segera keluar dari dalam kantor. “Kalau orang itu keluar, pasti mati dibantai. Untung tak keluar,” tukas Budi.

Kasus pengerusakan dan pembakaran kantor OKP tersebut kini dalam penyelidikan aparat Polres Pelabuhan Belawan. Serpihan kaca nako dan bom melotov disita untuk dijadikan barang bukti.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto mengatakan akan menyelidiki pelaku pengerusakan kantor tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk seorang bocah yang melihat langsug para pelaku sebelum melarikan diri.

“Pada kesempatan ini kami minta semua pihak bisa menahan diri, demi menjaga kondusifitas daerah kita yang sudah terjaga,” harap Kapolres. (*)