Penangguhan Soenarko, Panglima TNI Pertimbangkan Ikatan Moral

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ketika diusung prajurit Kopassus beberapa waktu lalu.
[foto: berita168]

JAKARTA | Mayjen TNI (Purn) Soenarko, mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus), ditangguhkan penahanannya. Salah seorang yang meminta penangguhan adalah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dari keterangan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi, di antara pertimbangan permintaan penangguhan itu adalah pertimbangan ikatan moral antara prajurit TNI dengan purnawirawan.




“Beberapa pertimbangannya adalah pertimbangan aspek hukum, pertimbangan tentang rekam jejak Pak Soenarko selama berdinas di lingkungan TNI maupun setelah beliau berstatus purnawirawan, serta pertimbangan ikatan moral antara prajurit TNI dengan purnawirawan,” kata Sisriadi kepada wartawan pada Jumat (21/6/2019), seperti dilansir dari situs detik.

Menurut Sisriadi, Panglima TNI memutuskan untuk meminta penangguhan penahanan pada Kamis (21/6/2019) kemarin. Panglima TNI sendiri telah mengatakannya ketika berada di Pondok Pesantren Tebuireng. “Semalam Panglima TNI telah memutuskan untuk meminta penangguhan penahanan atas Mayor Jenderal (Purn) Soenarko kepada Kapolri. Keputusan tersebut diambil berdasarkan beberapa pertimbangan,” kata Sisriadi.

Pertimbangan Panglima TNI meliputi aspek hukum, rekam jejak, hingga moral. Kepolisian sendiri sudah mengatakan mengabulkan permintaan penangguhan tersebut dan sedang memproses aspek administrasi. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*