Lawan Coronavirus, China Selesai Bangun RS Gunung Dewa Api Hanya 10 Hari

Foto udara diambil pada 2 Februari 2020 menunjukkan RS Huoshenshan (Gunung Api Dewa) di Wuhan, Provinsi Hubei, China. [Foto: Cheng Min/Xinhua]

WUHAN | China berhasil menyelesaikan rumah sakit darurat penanganan Coronavirus hanya dalam waktu 10 hari. Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, Hubei, ini sudah dioperasikan mulai akhir Ahad (2/2/2020) dan dimasuki petugas medis pada Senin (3/2/2020) ini.

Rumah Sakit yang diberi nama Huoshenshan yang berarti Gunung Dewa Api ini, mempunyai kapasitas 1.000 tempat tidur dan sudah dimulai dikerjakan sejak 23 Januari 2019 (desain) dan 24 Januari (tahap konstruksi). Selain RS Huoshenshan, China juga membangun satu rumah sakit darurat lagi yaitu Leishenshan (Gunung Dewa Petir). Langkah China ini mirip saat mereka juga membangun rumah sakit di Beijing ketika memerangi wabah SARS pada 2003 lampau.

Dikabarkan kantor berita China, Xinhua, pada Senin (3/1/2020), total sebanyak 1.400 staf medis dari Angkatan Bersenjata China ditugaskan di rumah sakit ini. Tenaga medis terdiri dari 950 orang dari rumah sakit yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, dan 450 dari medis Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara China yang telah dikirim ke Wuhan beberapa hari sebelumnya.



Foto proses pembangunan RS Huoshenshan selama 10 hari sejak 24 Januari hingga 2 Februari 2020 di Wuhan, Hubei, China. [Foto: Xiao Yijiu/Xinhua)

BACA JUGA: 


Fang Xiang, Manajer Proyek Third Construction Co. Ltd dari China Construction Bureau of Third Engineering Bureau, perusahaan yang diberi tugas untuk membangun rumah sakit itu, menyatakan, dia dan timnya awalnya merasa misi untuk menyelesaikan rumah sakit itu hanya dalam waktu 10 hari adalah “misi mustahil.” Dikabarkan, rencana desain hanya dibuat dalam 5 jam sementara konsep desain dalam 24 jam.

“Untuk proyek skala ini, biasanya membutuhkan setidaknya dua tahun,” kata Fang. “Butuh setidaknya sebulan untuk membangun sebuah bangunan sementara, belum lagi rumah sakit baru untuk penyakit menular.”

Mereka juga harus memikirkan pasokan tenaga kerja, serta harus menyediakan makanan dan tempat tinggal untuk pekerja.

Foto diambil pada 2 Februari 2020 menunjukkan interior bangsal RS Huoshenshan di Wuhan, Hubei, China. [Foto: Chen Yehua/XinHua)
Berita Xinhua menyebut, dari 23 Januari 2020 hingga 1 Februari 2020, kasus infeksi yang dikonfirmasi Wuhan meningkat dari 495 menjadi 4.109 atau sekitar sepuluh kali lipat. Ini telah memberikan tekanan besar pada fasilitas medis lokal yang sebelumnya sudah kekurangan tempat tidur. Banyak pasien yang baik harus tinggal di rumah untuk karantina dan perawatan. Jika tidak ditangani dengan benar, epidemi dapat memperburuk. Karena itu, pembangunan rumah sakit ini pun dikebut.

Rumah sakit ini terletak di dekat Danau Zhiyin di barat daya Wuhan, yang jauh dari pusat kota tempat orang berkumpul. Ribuan pekerja mengoperasikan lebih dari 800 peralatan secara bersamaan karena mereka melawan waktu melawan penyebaran virus yang sangat cepat. Para pekerja bekerja secara bergiliran dan beberapa orang dikabarkan hanya tidur selama empat jam sehari.

Proyek ini membawa harapan bagi pasien seperti Zhang Yue, seorang penduduk Wuhan, yang telah menderita demam selama berhari-hari. “Rasanya seperti melihat sinar matahari bersinar melalui awan gelap.” (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pasien Coronavirus Pertama di Amerika, Dipulihkan dan Dibolehkan Pulang – indhie
  2. Coronavirus di Jepang: 3.711‬ Orang Dikarantina di Sebuah Kapal Pesiar, 10 Positif – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*