Laba Anjlok 33%, HSBC Rencanakan Pangkas 35 Ribu Karyawan

Seorang wanita memakai masker di depan kantor HSBC. Wabah coronavirus menerpa sebagian wilayah Asia di mana bisnis HSBC terkonsentrasi seperti Hong Kong dan China. [Foto: Isaac Lawrence/AFP/Getty Images/The Guardian]

LONDON  | HSBC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation) Holdings PLC yang berbasis di London, Inggris, mengumumkan penurunan laba tahunan mereka hingga 33% di 2019. Mereka juga berencana akan memangkas 35 ribu karyawan mereka di seluruh dunia selama tiga tahun ke depan.

Demikian diumumkan Chief Executive sementara HSBC, Noel Qinn, di situs resmi HSBC, pada Selasa (18/2/2020).

HSBC juga akan memangkas sekitar US$100 miliar aset mereka yang diperkirakan akan mengurangi beban pengeluaran HSBC hingga US$4,5 miliar.

Hal itu terpaksa dilakukan karena keuntungan HSBC sebelum dipotong pajak di 2019 hanya US$13,3 miliar. Itu menurun dibanding tahun 2018 lalu yang mencapai US$20 miliar. Saham HSBC di Hong Kong juga turun sekitar 2%.

Noel Quinn mengatakan, sebagian bisnis HSBC tidak memberikan pendapatan yang memuaskan. “Karena itu kami menguraikan rencana revisi untuk meningkatkan pendapatan bagi investor, menciptakan kapasitas untuk investasi masa depan, dan membangun platform pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.




BACA JUGA:


HSBC merupakan bank dan lembaga keuangan yang menyebar di lebih 50 negara di Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan Asia. Asia merupakan penyumbang terbesar pendapatan HSBC selama ini dan di kawasan utama ini pula HSBC harus menghadapi masalah terbesar mereka.

HSBC selama ini tidak hanya menghadapi masalah di sektor perbankan dan finansial langsung seperti penurunan suku bunga. Namun, kini mereka juga harus menghadapi masalah sosial politik seperti gelombang demonstrasi warga Hong Kong yang terus terjadi dan kini, mereka juga harus menghadapi wabah Coronavirus Covid-2019.

HSBC menyatakan, wabah virus telah menyebabkan gangguan ekonomi di Hong Kong dan China dan dapat berdampak pada kinerja pada tahun 2020. ” (Itu) menciptakan gangguan signifikan bagi staf, pemasok, dan pelanggan kami, terutama di China daratan dan Hong Kong,” demikian HSBC. (*)


sumber: Reuters, CNN, Independent

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*