Jutaan Orang Hadiri Pemakaman Qasim Sulaimani, Rakyat Iran: “Matilah Amerika!”

Rakyat Iran mengangkat peti jenazah Qasim Sulaimani, Senin (6/1/2020). [foto: Office of Ali Khamenei/AFP/dw]

TEHERAN | Jutaan warga Iran turun ke jalan dan menghadiri proses shalat jenazah dan pemakaman Komandan Pasukan Quds IRGC (Pasukan Garda Revolusi Iran), Qasim Sulaimani, pada Senin (6/1/2020) di Teheran, Iran. Prosesi shalat jenazah dilakukan di Universitas Teheran, pada pagi hari. Prosesi itu dipimpin langsung Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Seluruh pemimpin tertinggi Iran mulai dari kalangan politik, militer, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengikuti acara tersebut. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, turut hadir dalam proses pemakaman Sulaimani.

Tidak hanya jenazah Qasim, prosesi itu termasuk Hash al-Shaabi atau Abu Mahdi Al-Mohandes, Komandan Popular Mobilization Units (PMU) dan anggota mereka yang ikut wafat dalam pemboman yang dilakukan Amerika Serikat pada Jumat (3/1/2020) lalu.

Demikian dilansir dari ILNA (Iranian Labour News Agency), pada Senin (6/1/2020). Khamenei menyatakan, pembalasan yang keras dan berat sedang menunggu para penjahat.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, memimpin shalat jenazah Qasim Sulaimani dan anggota militer lain yang turut wafat akibat pemboman Amerika Serikat. [foto: anadolu agency/getty images/posf of asia]



BACA JUGA: 


Tubuh Jenderal Soleimani kemudian dipindahkan ke Ahvaz, barat daya Iran barat daya, tempat ia disambut oleh ratusan ribu orang. Lalu, jenazah dibawa ke Mashhad, timur laut Iran, di mana ratusan ribu warga Iran menghadiri upacara tersebut.

Rakyat Iran di Ahvaz, memenuhi jalanan untuk menghadiri upacara pemakaman Qassim Sulaimani. [foto: Morteza Jaberian/Mehr News Agency/AP/timescolonist]
Qasim memang sangat populer di Iran. Rakyat Iran sendiri tampak semakin menyatu pasca wafatnya Qasim. Tak sedikit dari mereka yang menjerit dan berurai air mata saat menghadiri prosesi pemakamannya. Sebagian mengekspresikan kemarahannya terhadap Amerika Serikat (AS): “Matilah Amerika!”

Putri Sulaimani, Zainab Sulaimani, meyakini AS akan memperoleh balasan karena telah membunuh ayahnya. “Amerika dan Zionisme harus tahu bahwa kematian ayah saya akan mengarah pada kebangkitan. Di garis depan perlawanan dan membawa hari yang gelap bagi mereka serta meratakan rumah mereka,” ujarnya. “Trump, jangan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dengan kematian ayah saya.”

Lautan massa rakyat Iran menyambut jenazah Qasim Sulaimani di Mashad, Iran. [foto: Mohammad Hossein Thaghi/Tasnim News Agency via AP)
Namun, militer Iran ternyata menginginkan pembalasan lebih dari itu. Komandan Angkatan Udara Pasukan Garda Revolusi Iran, Amir Ali Hajizadeh, menyatakan, membunuh Trump bukanlah balas dendam yang memadai. “Satu-satunya hal yang dapat membayar darah syahid Sulaimani adalah benar-benar mengusir Amerika dari kawasan ini,” tegas Amir. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Parlemen Iran: Pentagon Organisasi Teroris – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*