Jokowi Bilang Inflasi Turun Artinya Harga Juga Turun, Benarkah?

Presiden RI, Joko Widodo [foto: net]

PRESIDEN Indonesia, Joko Widodo, mensyukuri nilai inflasi 2018 yang lebih rendah dari 2017. Seperti diketahui, pada 2017 inflasi mencapai 3,61% sedangkan pada 2018 menjadi 3,13%. “Alhamdulillah kalau kita lihat inflasi tahun 2017 itu 3,61, kemarin 3,13. Ini patut kita syukuri,” kata Jokowi di Kampus STKIP PGRI Tulungagung, Jawa Timur, seperti dikutip dari situs detik pada Jumat (4/1/2019).

Dalam situs itu, Jokowi disebut juga mengatakan, inflasi rendah atau turun itu artinya harga juga turun. “Orang harus ngerti bahwa yang namanya inflasi rendah atau turun itu artinya harga juga turun,” ujar Jokowi. “Jangan diartikan yang lain. Itu sudah rumus.”

Benarkah demikian?




Dalam situs wikipedia, disebutkan inflasi adalah kenaikan berkelanjutan (terus-menerus) pada tingkat harga umum barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu. Seperti yang tercantum di wikipedia, referensi definisi ini dari beberapa sumber yaitu buku karya Michael C. Burda dan Charles Wyplosz  berjudul Macroeconomics: a European text (1997), Olivier Blanchard dalam Macroeconomics; 2nd ed. (2000), Robert J. Barro dalam Macroeconomics (1997), dan Andrew Abel, Ben Bernanke dalam Macroeconomics; 5th ed. (2005). Dituliskan, ketika tingkat harga umum naik, setiap unit mata uang membeli lebih sedikit barang dan jasa. Akibatnya, inflasi mencerminkan pengurangan daya beli per unit uang.

Sementara deflasi, dikutip dari situs wikipedia yang mengambil definisi dari karya Robert J. Barro and Vittorio Grilli berjudul European Macroeconomics (1994), yaitu penurunan tingkat harga umum barang dan jasa.

Sementara itu, dalam situs resmi Bank Indonesia, disebutkan, secara sederhana inflasi diartikan sebagai kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi.

BI menulis, indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Penentuan barang dan jasa dalam keranjang IHK dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.

Dari keterangan di atas, inflasi berarti menunjukkan kenaikan harga, sementara penurunan harga disebut deflasi. Bagaimana menurut Anda?  (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*