Facebook Dinyatakan Bersalah Bagi Data 87 Juta Akun ke Konsultan Politik

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. [foto ABS]

WASHINGTON | Perusahaan media sosial terbesar dunia, Facebook, dinyatakan bersalah telah membagi data privasi 87 juta akun pengguna Facebook secara tidak benar. Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Komisi Perdagangan Federal (FTC), menjatuhi hukuman denda 5 Miliar Dolar AS (sekitar Rp70 triliun) untuk Facebook pada Jumat (12/7/2019), terkait pelanggaran data privasi yang diduga dilakukan mereka terhadap konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica.

FTC mulai menyelidiki Facebook pada Maret 2018 kemarin. Nilai denda itu, dinilai sebagai denda terbesar yang pernah dijatuhkan untuk perusahaan teknologi informasi, seperti dikutip dari Reuters.



Putusan yang diraih FTC dengan skor suara 3-2 itu ditanggapi beragam. Para investor saham dikabarkan menyambut gembira putusan itu sehingga sempat menaikkan saham Facebook sebesar 1,8%.

Namun, beberapa anggota parlemen Demokrat di Washington menyatakan, sanksi denda itu tidak memadai.

Senator Richard Blumenthal (Partai Demokrat) dan Josh Hawley (Partai Republik), mengatakan, denda itu terlalu kecil. Mereka juga menginginkan agar pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, juga ikut bertanggung jawab secara pribadi.

Memang, denda itu akan sangat kecil bila dibandingkan dengan pendapatan Facebook. Di 2018, total pendapatan Facebook mencapai 55,01 Miliar Dolar AS. Mark Zuckerberg sendiri disebut sebagai salah seorang terkaya dunia dengan jumlah kekayaan ditaksir mencapai 73,6 Miliar Dolar AS di Mei 2019. Facebook merupakan sebuah perusahaan teknologi yang termasuk “the Big Four” bersama Google, Apple dan Amazon. (*)

Bagikan:

Cari Berita

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*