Dagang dengan China, Indonesia Rugi Melulu

Jokowi dan Xi jin Ping

HUBUNGAN dagang antara Indonesia dan China, rupanya lebih menguntungkan China. Sebaliknya, dalam neraca perdagangan Indonesia selalu merugi. Paling tidak, kerugian ini disebutkan sudah berlangsung sejak 2008 lalu.

Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan, pada 2018 lalu, nilai impor Indonesia dari Tiongkok mencapai US$45,54 miliar, sementara nilai ekspor Indonesia ke China hanya  US$27,17 miliar. Di 2018, Indonesia jelas rugi Indonesia US$18,41 miliar.

Di 2019, data per Januari-Agustus 2019, menunjukkan, impor Indonesia dari China US$28,68 miliar dan ekspor Indonesia ke China hanya US$17,24 miliar. Artinya, Indonesia telah defisit sekitar US$11,4 miliar.



Memang, pada Agustus 2019, Badan Pusat Statistik (BPS), melansir data, neraca dagang Indonesia sempat surplus US$85,1 juta. Namun, total Januari-Agustus 2019, ya, seperti angka di atas, rugi.

Bila ditarik ke belakang, kerugian perdagangan Indonesia terhadap China sudah sejak 2008 lalu. China memang semakin mendominasi di Indonesia.

Bahkan, sejak 2013, China telah menggusur Jepang sebagai mitra dagang terbesar Indonesia hingga kini. Tak ayal, hal ini terlihat dari membanjirnya produk asal China di pasar Indonesia. Apalagi, produk China dikenal lebih murah dari negara lain. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*