Coronavirus Update: Korban Tewas 1.113 Jiwa, 44.643 Kasus Terkonfirmasi

Pasien Coronavirus yang diisolasi di Wuhan, Hubei, China. [Foto: ChinaDaily]

BEIJING | Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan, korban tewas akibat wabah Coronavirus sampai akhir Selasa (11/2/2020) ini, mencapai 1.113 jiwa dengan kasus infeksi terkonfirmasi sebesar 44.653 di daratan China. Jumlah korban tewas itu karena adanya penambahan 97 orang tewas di China. Demikian dikabarkan dari ChinaDaily, pada Rabu (12/2/2020).

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menamai penyakit yang disebabkan coronavirus ini dengan nama baru yaitu COVID-19. Nama itu merupakan singkatan dari Coronavirus Disease 2019. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 dan dikaitkan ke Pasar makanan lokal Huanan, Wuhan, Hubei, China.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan, penamaan baru itu untuk menghindari adanya stigma. Dia mengatakan, nama baru itu tidak merujuk pada siapa pun, tempat atau hewan yang terkait dengan coronavirus.

Hal ini sesuai ketentuan pedoman internasional WHO yaitu: “Harus menemukan nama yang tidak merujuk ke lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang, dan yang juga dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit.”




BACA JUGA:


Sementarta itu, Zhong Nanshan, seorang Ahli Epidemiologi China terkemuka, mengatakan, wabah virus di China diperkirakan memuncak bulan ini di mana situasi di pusat krisis akan lebih menantang. “Kami masih butuh banyak waktu bekerja keras di Wuhan,” kata dia seperti dikutip dari Associated Press. “Kami harus menghentikan lebih banyak orang agar tidak terinfeksi.”

Meski China sudah menyelesaikan pembangunan rumah sakit darurat, namun dengan pertambahan kasus wabah, fasilitas kesehatan itu tetap belum mencukupi.

China dan warganya juga saat ini banyak menunda aktivitas bisnis mereka untuk mengurangi risiko penyebaran virus lebih lanjut. Meski demikian, Cong Liang, Sekretaris Jenderal Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China, mengatakan, China tak punya jalan lain dan harus tetap beraktivitas bisnis.

“Tanpa pembukaan kembali bisnis, dalam jangka pendek, itu akan mempengaruhi pasokan bahan medis dan dalam jangka panjang, itu akan mempengaruhi pasokan semua jenis bahan produksi dan kehidupan, sehingga upaya pengendalian dan pencegahan di garis depan tidak berkelanjutan,” kata Cong. “Tujuan mengalahkan epidemi tidak akan tercapai.” (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Antisipasi Coronavirus, Akhyar Nasution Minta Puskesmas di Medan Siap Sedia – indhie
  2. Khawatir Coronavirus, Kapal Pesiar Amerika Ditolak Berlabuh – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*