Amerika Tak Mampu Cegah Rudal Iran, Sebagian Markas Militernya di Irak Hancur

Foto satelit dari Planet Labs, yang menunjukkan beberapa titik kerusakan markas militer AS Ain Al-Assad, Anbar, Irak, Kamis (9/1/2020). [foto: PlanetLabs/Irna]

BAGHDAD | Presiden Donald Trump dalam pernyataan nasionalnya di Washington, Kamis (9/1/2020) mengungkapkan serangan Iran terhadap markas militer mereka di Irak, hanya sedikit mengakibatkan kerusakan. Trump juga menyatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan itu. Namun, AS sendiri tidak memerlihatkan foto-foto dari markas militer mereka yang diserang Iran itu.

Namun, foto-foto satelit di lokasi penembakan rudal Iran itu justru memerlihatkan hal sebaliknya. Setidaknya ada beberapa titik sasaran di markas militer AS yang tampak hancur. Hal ini juga memerlihatkan ketidakmampuan sistem anti rudal AS dan koalisinya mencegah penyerangan terhadap pangkalan militer mereka.

Dilansir dari CNN dan kantor berita Iran, Irna, diperoleh informasi kalau rudal yang dilesatkan Iran itu kurang lebih 22 rudal ke arah markas militer AS di Anbar dan Erbil, Irak. Militer Iran menyatakan, sekitar 17 rudal menghantam pangkalan udara Al-Asad, Anbar, Irak.  Di markas itu, tidak hanya terhadap militer AS, melainkan juga pasukan koalisi mereka. CNN menyebut, Presiden Trump dan Wakil Presiden Mike Pence, sudah pernah mendatangi markas militer itu.

Foto satelit dari Planet Labs yang diunggah CNN yang menggambarkan posisi foto per 25 Desember 2019 dan 8 Januari 2020 yang memerlihatkan titik kerusakan markas militer AS di Anbar, Irak. [repro foto: PlanetLabs/CNN]
Kepala Staf Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Mark Milley, seperti dilansir dari CNN, mengungkapkan, Iran sengaja menyasar markas militer itu dengan tujuan tersendiri. “Saya percaya berdasarkan apa yang saya lihat, dan apa yang saya tahu bahwa mereka dimaksudkan untuk menyebabkan kerusakan struktural menghancurkan kendaraan dan peralatan, pesawat terbang dan untuk membunuh personel (militer). Itu penilaian pribadi saya sendiri,” kata Milley.

Dari foto satelit yang diperoleh dari Planet Labs, Inc., yang diunggah oleh CNN dan Irna, maka markas militer AS Al-Asad tampak mengalami kerusakan. Beberapa gedung dan bangunan serta landasan udara tampak hancur.




BACA JUGA: 


Kantor berita Iran, Irna, sendiri menulis dengan optimis serangan Iran ke markas militer AS. “Pasukan Garda Revolusi Iran membuat langkah kuat pada hari Rabu pagi (saat pengeboman markas militer AS) dan menghantam pangkalan udara negara besar yang presidennya mengklaim kekuatan militernya ‘sejauh ini’ adalah yang terkuat di dunia,” tulis Irna dalam lead beritanya.

Irna menulis, serangan itu bertepatan dengan waktu pengeboman Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, yaitu pukul 1:20 pagi waktu Bahdad. Rudal Iran memang menghantam sasarannya tanpa bisa dideteksi dan dicegah AS. Irna juga menyatakan, tidak ada pangkalan AS yang diserang dalam 78 tahun terakhir. Dari versi Iran, tentu ini juga menjadi salah satu indikator keberhasilan “tamparan” Iran ke AS.

Sementara itu, soal korban, memang masih simpang siur. Trump menyatakan, tidak ada korban jiwa seorang pun dari serangan itu. Namun, beberapa media justru menyatakan sebaliknya dan mengungkapkan kalau sekitar 80 tentara AS tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka. Memang, soal korban ini belum terkonfirmasi secara valid.

Peluncuran rudal Iran dengan sasaran pangkalan militer AS di Irak pada Rabu (8/1/2020). [foto: irna]
Hingga kini, foto-foto langsung dekat di lokasi memang belum diluncurkan oleh Amerika. Meski demikian, melihat skala kerusakan dari foto satelit, maka adanya korban patut pula diasumsikan walau masih tetap saja bersifat spekulatif.

Pertanyaan selanjutnya tertuju pada sistem pencegahan atau anti rudal dari AS sendiri. Seperti diketahui, AS membangun pangkalan militer mereka dengan anggaran luar biasa. Karena itu, mengapa AS justru tak mampu melindungi markas militer mereka dan menjadikannya hanya sebagai sasaran empuk rudal Iran? Apakah AS tak memiliki sistem anti rudal? Bila ada, mengapa tak mampu mencegah rudal Iran?

Pertanyaan itu tampaknya mesti dijawab AS dan Trump sendiri. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Amerika Mundur, Benarkah Tak Korban Akibat Serangan Rudal Iran? – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*