Amerika Mundur, Benarkah Tak Ada Korban Akibat Serangan Rudal Iran?

Presiden AS Donald Trump pasca memberikan pernyataan reaksi atas serangan rudal Iran. [foto: Doug Mills/New York Times]

TEHERAN | Dengan nafas yang berat di awal-awal statemennya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memberi respon terhadap serangan rudal Iran. Dalam pernyataan nasionalnya di Gedung Putih, Washington, Kamis (9/1/2020), Trump menyatakan, serangan Iran hanya sedikit membuat kerusakan terhadap markas militer mereka di Irak. Trump juga menyatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

Statemen ini dilakukan bersama seluruh jajaran terpenting dari pemerintahan AS saat ini yaitu Wakil Presiden Mike Pence, Sekretaris Negara Mike Pompeo, Menteri Pertahanan Mark T Esper, Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS Mark Milley, dan petinggi militer lainnya,

Trump mengatakan, AS tidak akan lagi memilih opsi militer dan memilih sanksi ekonomi penuh terhadap Iran. “Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya,” kata Trump. “Kami tidak ingin menggunakannya. Amerika Serikat siap berdamai.”

Presiden Donald Trump dan pejabat tertinggi pemerintahan dan militer AS, saat menyampaikan reaksi mereka pada Kamis (9/1/2020), atas serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak. [foto: screenshoot/WP]
Reaksi Trump ini memang tampak lebih “kalem” dari pernyataan-pertanyaan sebelumnya, terutama ketika Trump berapi-api menanggapi pemboman terhadap Mayor Jenderal Qasim Sulaimani pada Jumat (3/1/2020) kemarin.

Media besar di AS, seperti New York Times, pun membuat judul berita Trump Backs Away From Further Military Conflict With Iran, yang kurang lebih bisa dimaknakan Trump mundur dari konflik militer lanjutan dengan Iran. Sementara Washington Post (WP) membuat judul yang agaknya lebih “malu-malu” untuk menyatakan Amerika mundur. WP menulis “United States and Iran back away from imminent conflict as Trump says he is ready for peace ‘with all who seek it’”. Sama seperti New York Times yang memakai frasa “back away”, tapi WP mengklaim Iran juga “back away” alias mundur.

Hingga kini, belum ditemukan adanya statemen resmi dari Iran yang menyatakan mundur dari pembalasan mereka terhadap AS, terutama dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.




BACA JUGA: 


Dilansir dari CNN dan kantor berita Iran, Irna, diperoleh informasi kalau rudal yang dilesatkan Iran itu kurang lebih 22 rudal ke arah markas militer AS di Anbar dan Erbil, Irak. Militer Iran menyatakan, sekitar 17 rudal menghantam pangkalan udara Al-Asad, Anbar, Irak.  Di markas itu, tidak hanya terhadap militer AS, melainkan juga pasukan koalisi mereka.

Jerman dan Inggris sebelumnya sudah mengutuk serangan Iran itu. Diinformasikan kalau personil kedua negara ini yang tergabung dalam pasukan koalisi AS, juga ditempatkan di pangkalan militer Ain Al-Assad, Anbar, Irak.

Dari foto satelit yang diperoleh dari Planet Labs, Inc., yang diunggah oleh CNN dan Irna, statemen Trump memang cukup meragukan. Terlihat kalau beberapa bagian dari markas militer AS itu hancur.

Sementara itu, soal korban, memang masih simpang siur. Trump menyatakan, tidak ada korban jiwa seorang pun dari serangan itu. Namun, Irna menyebutkan, beberapa media justru menyatakan sebaliknya dan mengungkapkan kalau sekitar 80 tentara AS tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka. Meski demikian, soal korban ini belum terkonfirmasi secara valid.

Ayatullah Ali Khamenei di hadapan masyarakat Qum saat peringatan Revolusi Iran 1978, pada Rabu (8/1/2020). [foto: Irna]
Meski demikian, dengan sistem persenjataan dan anggaran militer AS yang tertinggi di dunia saat ini, maka kemampuan AS patut dipertanyakan dalam hal melindungi markas militer mereka dari serangan rudal Iran. Bila serangan terhadap pangkalan militer AS sudah sedemikian terbuka seperti itu, maka bagaimana lagi dengan serangan terhadap aset dan kepentingan AS di Timur Tengah lainnya?

Tak heran, Irna dalam artikel yang diposting pada Kamis (9/1/2020) menutup tulisannya dalam kalimat yang cukup optimis: “Bagaimanapun, Iran saat ini berada di atas angin.”

Dus, dapat dipahami pula, bila statemen Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei sebelumnya yang menyatakan, serangan ini masih bersifat “tamparan” semata. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ikut Berduka, Menteri Pakistan Sebut Pembunuhan Qasim Melawan Kemanusiaan – indhie
  2. Ikut Berduka, Pakistan Sebut Pembunuhan Qasim Melawan Kemanusiaan – indhie
  3. Ikut Berduka, Pakistan Sebut Pembunuhan Jenderal Iran Melawan Kemanusiaan – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*