Amerika, Israel Hingga Ukraina Juga Pernah Menembak Jatuh Maskapai Sipil

Ilustrasi Pesawat Boeing 737 milik Ukraina Airlines [foto: Rafal Pruszkowski/airplane-pictures]

OTORITAS Iran sudah mengakui kesalahan karena menembak maskapai sipil Boeing 737-800 milik Ukraina Airlaines pada Rabu (8/1/2020) kemarin. Iran menyatakan penyesalan, melakukan penyelidikan dan berjanji akan membayar kompensasi kepada keluarga korban. Namun, kesalahan ini ternyata bukan hanya pernah dilakukan Iran.

Sejarah mewartakan beberapa peristiwa di dunia yang memerlihatkan pengeboman misil terhadap maskapai sipil dilakukan oleh beberapa negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Israel dan Ukraina sendiri. Berikut di antaranya.

– 17 Juli 2014 | Ukraina-Rusia
Maskapai Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di wilayah Ukraina timur pada 17 Juli 2014. Seluruh 238 penumpang dan 15 kru pesawat tewas. Puing-puing pesawat ditemukan di Donestk Oblast, Ukraina sekitar 40 km dari perbatasan dengan Rusia. Pesawat ini sedang menjalani rute Kuala Lumpur-Amsterdam. Penembakan terjadi di tengah konflik Ukraina-Rusia (pemberontak Ukraina yang Pro Rusia) dalam pertempuran Shakhtarsk. Hingga kini, kedua pihak tidak ada yang mengaku bertanggung jawab dan saling tuding.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak pada 17 Juli 2014 di wilayah Ukraina. Baik Ukraina maupun pemberontak pro Rusia, tidak ada yang mengaku. [foto: net]



BACA JUGA:


 

– 4 Oktober 2001 | Ukraina
Siberia Airlines Flight 1812 ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Ukraina di atas Laut Hitam pada 4 Oktober 2001, dalam perjalanan dari Tel Aviv, Israel ke Novosibirsk, Rusia. Pesawat Tupolev Tu-154 itu mengangkut sekitar 66 penumpang dan 12 awak, dan dilaporkan tidak ada yang selamat. Kecelakaan itu terjadi pada saat peluncuran rudal tempur selama latihan pertahanan udara militer Ukraina-Rusia bersama. Ukraina mengaku, rudal S-200 milik militer mereka mungkin menyebabkan kecelakaan itu. Ukraina akhirnya membayar US$15 juta untuk anggota keluarga.

Pesawat Siberia Airlines yang sejenis dengan Tupolev Tu-154 yang ditembak jatuh ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Ukraina di atas Laut Hitam pada 4 Oktober 2001. [foto: airliners.net]
– 3 Juli 1988 | Amerika
Pesawat Airbus A300 Flight 655 milik Iran Air ditembak jatuh pada 3 Juli 1988 oleh rudal SM-2MR yang ditembakkan dari USS Vincennes, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebanyak 290 orang penumpang dan kru pesawat, tewas. Pesawat sipil Iran itu ditembak di atas perairan teritorial Iran di Teluk Persia, tak lama setelah meninggalkan Bandar Udara Internasional Bandar Abbas, Iran. Presiden AS, Ronald Reagen, menulis surat penyesalan mendalam kepada pemerintah Iran. AS membayar US$61,8 Juta ke keluarga korban.

Pesawat Airbus A300 milik Iran Air yang sejenis dengan maskapai Flight 655 Iran Air yang ditembak pada 3 Juli 1988 oleh rudal SM-2MR dari USS Vincennes, Angkatan Laut AS. [foto: airliner.net]
– 21 Februari 1973 | Israel
Pesawat Boeing 727-200 5A-DAH milik Libyan Arab Airlines ditembak jatuh oleh jet tempur Israel pada 21 Februari 1973. Rute pesawat ini dari Tripoli-Mesir dan melewati jalur Benghazi. Namun, pesawat ini memasuki wilayah udara di atas Semenanjung Sinai (saat itu ditempati oleh Israel), karena cuaca buruk. Dia dicegat oleh dua F-4 Israel Phantom II dan ditembak jatuh. Dari 113 orang yang ada di pesawat, hanya 5 yang selamat. Israel semula tidak mengaku bersalah. Namun akibat tekanan internasional dan kutukan dari AS, Israel akhirnya mengaku dan membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Pesawat Boeing 727-200 milik Libyan Arab Airlines yang ditembak jatuh jet tempur Israel pada 21 Februari 1973. [foto: wikipedia]
Beberapa peristiwa lain penembakan maskapai sipil misalnya terjadi di wilayah Somalia dan Sakhalin, Russia. (*)

Bagikan:

Cari di INDHIE

1 Trackback / Pingback

  1. Di Tengah Konflik Iran-AS, Emir Qatar Temui Ayatullah Khamenei – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*