Yerusalem, Maju di Tangan Islam, Hancur di Masa Israel

Perang Salib I (1095–1099) diserukan oleh Paus Urban II dari Dewan Clermont di Perancis pada 27 November 1905 untuk merebut Yerusalem. Paus Urban menyerukan bantuan militer pada Empirium Bizantium yang baru saja kehilangan kawasan Anatolia kepada pasukan Seljuk Turki. Pasukan ini kemudian tidak hanya mengambil-alih Anatolia namun kemudian mengarah ke Yerusalem pada Juli 1099 untuk mendirikan Kerajaan Yerusalem.

Salahuddin al-Ayyubi saat menerima kekalahan Guy of Lusignan, penguasa Jerusalem dalam peperangan Hattin pada 1187.
(foto: lukisan Said Tahsine-wikipedia)

Yerusalem yang waktu itu dikuasai oleh Dinasti Fatimiyah kemudian takluk. Tentara Salib membantai sebagian besar penduduk Muslim dan Yahudi, dan menjadikannya ibu kota Kerajaan Yerusalem. Sejarawan orientalis barat umumnya menyatakan kalau kota yang telah kosong ini kemudian diisi oleh penduduk dari berbagai kota di kawasan Eropa seperti orang Yunani, Bulgaria, Hungaria, Georgia, Armenia, dan lain-lain yang beragama Kristen. Hal ini bertujuan untuk menghalangi kembalinya umat Islam dan Yahudi yang masih hidup. Orang-orang Kristen juga berdatangan dari kawasan Trans Yordania. Akibatnya, pada 1099, populasi Yerusalem telah naik kembali ke sekitar 30.000 orang. Kerajaan Yerusalem kemudian didirikan pada 22 Juli 1099 dan dideklarasikan di Gereja Makam Suci Yerusalem.



Namun, pada tahun 1187, Yerusalem kembali direbut oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Salahuddin mengizinkan orang Yahudi dan penduduk Kristen Timur untuk tinggal di sana. Namun, dia mengusir sekitar 60.000 orang Frank (keturunan Kristen Eropa) setelah sebelumnya dimintai tebusan untuk mereka. Di bawah dinasti Ayyubiyah, Yerusalem kembali berbenah dan mendirikan bangunan-bangunan besar.

Pasca Perang Salib Keenam, Dinasti Ayyubiah di Mesir memegang kendali atas tempat suci umat Islam dalam sebuah perjanjian dengan Kaisar Romawi Frederick II. Namun, Frederick tidak diizinkan untuk mengendalikan benteng Yerusalem.

Pada tahun 1244, Yerusalem diserang oleh Dinasti Tatar Khwarezmian dari belahan Persia. Namun, Dinasti Ayyubiah mengusir mereka dari Yerusalem pada 1247. Dari tahun 1260 sampai 1517, Yerusalem diperintah oleh Dinasti Mamluk.

* * *

Pada 1517 hingga 1917, Yerusalem dan sekitarnya jatuh ke Dinasti Turki Utsmani. Di masa-masa ini Yerusalem menikmati masa pembaruan dan kedamaian yang sejahtera termasuk pembangunan kembali tembok megah di sekitar Kota Tua Yerusalem. Dinasti Utsmani membawa banyak inovasi: sistem pos modern yang dijalankan oleh berbagai konsulat. Pada pertengahan abad ke-19, Ottoman membangun jalan beraspal pertama dari Jaffa ke Yerusalem, dan pada 1892, kereta api telah sampai di kota Yerusalem. Layanan kereta api termasuk di antara tanda-tanda pertama modernisasi di kota ini.

Sepanjang pemerintahan Ottoman, Yerusalem tetap menjadi provinsi dan menjadi wilayah rute perdagangan utama antara Damaskus dan Kairo. Sejarawan Inggris, Thomas Salmon dalam bukunya Modern History or the Present State of All State yang terbit pada 1744, menyatakan bahwa “Yerusalem diperhitungkan sebagai ibu kota Palestina…”

Pada 1831, misi dan konsulat asing mulai berdiri di Yerusalem. Pada 1836, Ibrahim Pasha mengizinkan penduduk Yahudi Yerusalem untuk merenovasi empat sinagog (kuil Yahudi) besar, di antaranya adalah Hurva. Pada 1840, banyak Muslim Mesir tinggal di Yerusalem dan orang-orang Yahudi dari Aljazair dan Afrika Utara mulai menetap di kota ini dalam jumlah yang semakin banyak. Pada era Ottoman, ketika Palestina masih di bawah Ottoman, populasi Yahudi di Yerusalem dinyatakan rata-rata hanya 3%.

Pada 1840-an dan 1850-an, kekuatan internasional memulai memerlihatkan konstelasi tarik-menarik di Palestina saat mereka berusaha untuk memperluas perlindungan mereka atas minoritas agama di wilayah tersebut. Namun, sumber lain justru menyebutkan, volume peziarah Kristen disebutkan meningkat di bawah Dinasti Utsmani.

Pada 1872, Yerusalem menjadi pusat distrik administratif khusus, tidak bergantung pada Suriah dan di bawah kekuasaan langsung Istanbul yang disebut Mutasarrifat Yerusalem.

* * *

(bersambung…)

Bagikan:

Cari Berita

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Yerusalem, Konspirasi Perusuh dan Penjajah Global – indhie
  2. Yerusalem, Konspirasi Perusuh dan Penjajah Global – indhie
  3. Israel, Skenario dari London – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*