Islamophobia dan Ulah Media

Pada 2008, lembaga Fairness and Accuracy in Reporting (FAIR) menerbitkan sebuah studi berjudul “Smearcasting, How Islamophobes Spread Bigotry, Fear and Misinformation.” Laporan tersebut mengutip beberapa contoh di mana media mainstream, penulis dan akademisi telah membuat analisis yang menyematkan sifat-sifat negatif sebagai bagian inheren dari Muslim. FAIR juga mendirikan “Forum Against Islamophobia and Racism“, yang dirancang untuk memantau liputan di media dan membangun dialog dengan organisasi media.

Setelah serangan 11 September 2001, Masyarakat Islam Inggris menggelar “Islam Awareness Week” dan “Best of British Islam Festival” untuk meningkatkan hubungan masyarakat dan meningkatkan kesadaran tentang Islam. Pada 2012, Organisation of Islamic Cooperation di Inggris menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan saluran TV untuk melawan Islamophobia.



Pada Agustus 2012, Stop Islamization of America (SIOA) memasang iklan billboard di stasiun kereta bawah tanah New York. Iklan itu mengklaim telah terjadi 19.250 serangan teroris oleh umat Islam sejak 9/11 dan menyatakan “itu tidak Islamophobia, itu Islamorealism.” Dalam iklan running text tertulis, “dalam setiap perang antara manusia beradab dan biadab itu, mendukung manusia beradab. Dukung Israel. Kalahkan Jihad.

Beberapa kelompok mengutuk iklan itu sebagai pernyataan kebencian terhadap semua muslim. Stop Islamization of America (SIOA) atau American Freedom Defense Initiative (AFDI) yang diketuai seorang perempuan, Pamela Geller, ditetapkan sebagai kelompok yang mengumandangkan kebencian oleh Anti-Defamation League (ADL) dan Southern Poverty Law Center.

Pada awal Januari 2013, AFDI memasang iklan di 39 stasiun kereta bawah tanah New York yang isinya menunjukkan peristiwa World Trade Center 2001 disertai kutipan yang diklaim dari Al-Qur’an: “Segera akan kita jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir.”

Demonstrasi anti-Islam yang dilakukan English Defence League (EDL) di Newcastle, Inggris, pada 2010. [foto: flickr/wikipedia]
English Defence League (EDL), sebuah organisasi yang didirikan pada 2009 di Inggris, juga menggambarkan dirinya anti-Muslim. Organisasi ini menentang apa penyebaran Islamisme, hukum Syariah dan ekstremisme Islam di Inggris. Tommy Robinson, mantan pemimpin EDL, meninggalkan grup ini pada 2013 setelah mengakui bahwa ia kewalahan dan tidak bisa mengendalikan anti ekstremisme-muslim dalam keanggotaannya. (*)


sumber: dirangkum dari beberapa sumber
perangkum: nirwansyah putra
catatan: tulisan pertama bertajuk Kebencian Bertajuk Islamophobia, (2) Islamophobia, Rasisme dan Diskriminasi; dan (3) Islamophobia dan Ulah Media.

Bagikan:

Cari di INDHIE

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kebencian Bertajuk Islamophobia – indhie
  2. Islamophobia, Rasisme dan Diskriminasi – indhie

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*