Target Raih Produksi Gula Nasional, PTPN2 Bersihkan Lahan Kebun Sei Semayang

Alat berat tampak melakukan pembersihan di lahan, Kebun Sei Semayang, PTPN2, Dusun Dagang Kumbar, Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (13/6/2020). [Foto: Hendra/ist]

TANJUNGMORAWA | Guna pencapaian produksi gula nasional, PTPN2 menggelar pembersihan lahan kebun Sei Semayang dari warga masyarakat yang selama ini mengerjakan lahan tanpa izin dari managemen PTPN2. Luas lahan yang dibersihkan lebih kurang 100 hektare lebih.

Pembersihan area yang dimulai, Jumat 12 Juni 2020 sekitar pukul 09.30 WIB sampai Senin, 15 Juni 2020, untuk kembali ditanami tebu.

Pembersihan dimulai di area lahan Kebun Sei Semayang PTPN2, Dusun Dagang Kumbar, Desa Silebo-lebo, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Direktur PTPN2 melalui Menejer Distrik Tebu, Arota Telaumbanua, mengatakan, lahan yang dibersihkan tersebut masuk ke Kebun Sei Semayang dengan Sertifikat HGU Nomor: 91 dengan luas 408,12 Hektare (Ha) yang masa berlakunya sampai dengan Tahun 2028 mendatan.



“Luas areal yang akan dibersihkan dari pihak masyarakat yang selama ini menguasai lahan milik PTPN2, lebih kurang 100 hektare lebih,” jelas Arota Telaumbanua didampingi Kabag Pam Aset PTPN2 Imam Subekti, Menejer Kebun Sei Semayang, Ir Bram Sitompul, Kasubbag Humas Sutan BS Panjaitan serta Kuasa Hukum PTPN2 Sastra SH MKn, Sabtu (13/6/2020) di Kantor Direksi PTPN2 Tanjung Morawa.

Sebagaimana diketahui, PTPN2 adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi guna kepentingan nasional khususnya masyarakat Sumut. Jadi semua lahan PTPN2 yang awalnya penghasil tebu akan ditanami kembali.

Arota Telaumbanua menghimbau agar seluruh elemen masyarakat supaya mengerti dan dapat kiranya meninggalkan areal HGU milik PTPN2 yang selama ini dikerjakan masyarakat tanpa ada izin dari Managemen PTPN2.

“Awalnya, masyarakat bermohon kepada PTPN2 supaya dapat diberi kesempatan untuk memanen hasil tanaman yang sudah sempat ditanami. Tapi, dari pihak manajemen PTPN2 yang diwakili kuasa Hukum PTPN2 Sastra SH MKn tidak dapat memenuhi permohonan warga masyarakat dengan alasan sudah berapa kali PTPN2 menghimbau masyarakat supaya secepatnya meninggalkan lahan untuk ditanami tebu, tapi masyarakat tidak mau dan tanaman masih lama masa panennya,” tegas dia.

Diungkapkan, PTPN2 telah menawarkan tali asih kepada masyarakat sebagai pengganti tanaman yang dibersihkan. Tapi pemberian tali asih diberikan setelah adanya kesepakatan dan melengkapi berkas yang diperlukan.

“Pembersihan berlangsung aman dengan menggunakan beberapa alat berat seperti traktor cangkol, eskapator, traktor juring, Red Roder, jonder dan TM 150,” jelasnya.

Turut hadir saat pelaksanaan pembersihan, yakni, Kasubbag Pam Aset Nur Kamal, Asisten Umum Kebun Sei Semayang Indra Gunawan, Kepala Papam PTPN II Toto Raharjo, Papamwas Idris, Kabag Ops Polrestabes Medan AKBP A Sinurat, Kasat Intel Polrestabes Medan AKBP Ahyan, Kasubdit Sat Sabhara Polda Sumut Kompol Suyadi, beserta jajarannya yang didukung oleh BKO, Sekuriti PTPN2, Kades Silebo-lebo, Bahagia, Polsek Kutalimbaru, Koramil Kutalimbaru. (*)


Laporan: Hendra

Cari di INDHIE

Be the first to comment

Leave a Reply