Press "Enter" to skip to content

Munir Said Thalib (foto: fbkontras/ivoox.id)

Menolak Lupa Almarhum Munir

|

Wafatnya Munir Said Thalib pada 7 September 2004, masih menyisakan pertanyaan besar hingga kini. Memang, sudah ada putusan pengadilan yang menyatakan Pollycarpus Budihari Priyanto, seorang mantan pilot Garuda, sebagai pembunuh Munir. Dia divonis 14 tahun. Namun, publik terlanjur percaya bahwa Pollycarpus tidak bekerja tunggal melainkan hanya sebagai pesuruh.

Munir Said Thalib (foto: portaljabar.net)

Di tanggal kematiannya itu, Munir bermaksud berangkat ke Belanda. Dia akan menjalani pendidikan pascasarjana hukum internasional dan hak asasi manusia di Universitas Utrecht, Belanda. Munir menaiki pesawat GA-974 take off dari Singapura dan duduk di kursi nomor 40 G. Di atas pesawat dia mengeluh sakit. Dua jam sebelum mendarat (pesawat dijadwalkan mendarat pukul 08.10 waktu Amsterdam) pada 7 September 2004 di bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.



Pada 12 November 2004, Institut Forensik Belanda (badan resmi di bawah Kementerian Keamanan dan Keadilan Belanda) menyatakan mereka menemukan senyawa arsenikum setelah otopsi. Setelah Kepolisian Indonesia mengkonformasi hal yang sama, Munir pun dinyatakan dibunuh.

Munir Said Thalib (foto: Abdi Purnomo/batikimono.com)

Pembunuhan Munir ini terjadi semasa Megawati Sukarnoputri menjabat sebagai Presiden RI. Media massa menyebut-nyebut elit Badan Intelijen Indonesia (BIN) diduga terlibat dalam konspirasi itu dan menyentuh nama Kepala BIN Jenderal Hendropriyono dan Deputi BIN Muchdi PR. Muchdi disidangkan namun dinyatakan bebas oleh pengadilan. Sementara Hendropriyono sama sekali tidak pernah diajukan ke pengadilan.

Aksi mengenang Munir di Jakarta, 8 September 2016. (foto: antara/acehsatu.com)

Istri Munir, Suciwati, masih terus berjuang menuntut keadilan pada kematian suaminya. Suci mengkampanyekan gerakan aksi Kamisan “Menolak Lupa” sampai saat ini. (*)

 


 

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *