Press "Enter" to skip to content

Demonstrasi anti Islamophobia. (foto: flickr)

Islamophobia, Rasisme dan Diskriminasi

|

Pada 1996, Runnymede Trust didirikan Komisi Muslim Inggris dan Islamofobia, yang diketuai oleh Gordon Conway, Wakil Rektor Universitas Sussex. Laporan Komisi berjudul Islamophobia: A Challenge for Us All (Islamofobia: Sebuah Tantangan untuk Kita Semua), diterbitkan pada November 1997 oleh Menteri Dalam Negeri Inggris, Jack Straw. Runnymede melaporkan, Islamophobia didefinisikan sebagai “pandangan atau pandangan dunia yang melibatkan ketakutan tidak berdasar dan ketidaksukaan terhadap Muslim, yang menghasilkan pengucilan dan diskriminasi.”

Laporan itu kemudian menyatakan, Islamophobia diiringi dengan pendapat bahwa Islam tidak memiliki nilai-nilai yang sama dengan budaya lain, berada di di bawah budaya Barat, dan lebih merupakan sebuah ideologi politik kekerasan daripada agama juga, menurut laporan, bagian dari konsep Islamophobia.



Laporan Runnymede Trust mengungkap delapan pandangan negatif tentang Islam yang kemudian dapat disamakan dengan Islamophobia.

Pertama, Islam dipandang sebagai sebuah blok monolitik, statis dan tidak responsif terhadap perubahan Kedua, Islam dan umat Islam dipandang sebagai suatu hal yang terpisah dengan “yang lain”, tidak memiliki nilai yang sama dengan budaya lain, tidak terpengaruh oleh mereka dan tidak mempengaruhi mereka.

Ketiga, Islam dan umat Islam dilihat lebih rendah dari Barat. Mereka adalah barbar, tidak rasional, primitif, dan memalukan. Keempat, dipandang sebagai hal yang identik dengan kekerasan, agresif, mengancam, mendukung terorisme, dan terlibat dalam bentrokan peradaban.

Kelima, Islam dipandang sebagai ideologi politik, yang digunakan untuk keuntungan politik atau militer. Keenam, kritik yang dilontarkan dari “Barat” ditolak mentah-mentah oleh umat Islam. Ketujuh, permusuhan terhadap Islam digunakan untuk membenarkan praktek diskriminasi terhadap Muslim dan pengucilan Muslim dari masyarakat arus utama. Terakhir, permusuhan anti-Muslim dipandang sebagai suatu hal natural dan normal.

* * *

Runnymede Trust juga mencatat bahwa wacana anti-Muslim di kalangan non-muslim semakin dilihat sebagai suatu hal yang terhormat. Bahkan, memberikan contoh tentang bagaimana permusuhan terhadap Islam dan Muslim telah diterima sebagai suatu hal yang biasa. Ironisnya, hal ini juga menjangkiti mereka yang secara aktif menantang bentuk umum diskriminasi lainnya.

(bersambung…)

Halaman: 1 2

Komentar Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *