Press "Enter" to skip to content

Pasukan ISIS. (foto: alamy/newyorker.com)

ISIS, Metamorfosa Gerakan Multi Bidan

|

Pemerintah Indonesia resmi melarang dan melawan gerakan Islamic State of Iraq Syiria (ISIS) beraktivitas di Indonesia. Beberapa laporan media menyebut tangan Amerika Serikat di balik kelahiran dan pembesaran ISIS. Bagaimana ceritanya?

* * *

ISIS merupakan organisasi yang tidak langsung jadi. Disebutkan, metamorfosa organisasi ini dijalani dari Al-Qaeda in Iraq (AQI) (2003–2006), Mujahideen Shura Council (2006–2006) dan the Islamic State of Iraq (ISI) (2006–2013). Kelompok ini dilengkapi personil dari pasukan-pasukan pemberontak pemerintah di beberapa negara Arab seperti kelompok Jeish al-Taiifa al-Mansoura, Jaysh al-Fatiheen, Jund al-SahabaKatbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah, dan lain-lain.



ISIS menemukan momentum besarnya ketika pecah perang sipil di Syria. Perang ini kemudian semakin memerkuat posisi pemimpin utama ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi. Secara sosial politik ekonomi, perlakuan diskriminatif di bidang ekonomi dan politik kaum Sunni Irak pasca kejatuhan Saddam Husein menjadi bibit penyubur gerakan ini.

Dalam artikel-artikel jurnalistik yang ditulis Thomas E Rick, Dafna Linzer di Washington Post pada kurun 2006, juga Richard Engel di MSNBC, dalam laporannya yang berjudul “Dangers of the Baghdad Plan” pada 2007, melaporkan, gerakan ISIS yang radikal dan mengambil jalan kekerasan dan kejam.

Disebutkan, pada masa Perang Irak 2003-2011, pasca puncak perang Irak 2003-2011, kehadiran mereka secara signifikan mulai terlihat di Al-Anbar, Kirkuk, Diyala, Baghdad dan mengklaim Baqubah sebagai konsentrasi mereka. Ketika perang sipil di Syiria, ISIS makin terlihat jelas di kawasan Syiria seperti Ar-Raqqah, Idlib dan Aleppo.

ISIS mudah dikenali karena gerakan mereka yang menafsirkan hukum Islam secara keras dan mengimplementasikannya secara brutal. Itu terutama terjadi pada pengikut Shiah, juga kelompok kepercayaan dan agama lain seperti Kristen, Yazidis, Druze, Shabakis dan Mandeans. Media-media Amerika dan sebagian media Arab, melaporkan paling tidak waktu itu, ISIS sudah mempunyai kekuatan 4.000 pasukan di Irak yang menyerang pemerintah dan membunuh ribuan masyarakat sipil di Irak.

ISIS juga dilaporkan mempunyai jaring kedekatan dengan al-Qaeda hingga awal 2014. Namun, al-Qaeda disebutkan sempat memutus hubungan dengan ISIS pada Februari 2014 karena gerakan ISIS yang sangat brutal terhadap siapapun yang menentang dan tidak sealiran dengan mereka.

Tujuan utama ISIS adalah membentuk kekhalifan Islam versi mereka di Iraq. Setelah mereka juga masuk ke Syria, maka mereka pun memasukkan wilayah ini sebagai tujuan mereka. Abu Bakr Al-Baghdadi memproklamirkan kekhalifahan itu pada 29 Juni 2014. Dia menggelari dirinya sebagai Amir al-Mu’minin Khalifah Ibrahim.

* * *  

Halaman: 1 2 3 4 5

2 komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *